Rumput Laut Agarofit (Gracillaria spp)
Sistematika
Phyllum Hallophyta
Kelas Rhodophycaeae
Ordo Gigartinales
Familia Soliriaceae
Genus Gracillaria
Ciri – Ciri Utama
Thalli berbentuk siliandris, licin berwarna
kuning cokelat atau hijau.
- Percabangan berselang seling tidak beraturan, kadang – kadang berulang-ulang memusat ke bagian pangkal.
- Cabang lateral memanjang menyerupai rambut, ukuran panjang sekitar 250 mm dengan diameter thallus antara 0,5 – 1,5 mm.
Informasi Umum
Gracillaria telah
menjadi sayuran hasil laut sejak 1000 tahun yang lalu. Rumput laut ini
dijadikan obat oleh penduduk Cina. Jenis agarofit ini mulai dibudidayakan di
pesisir barat daya Taiwan pada tahun 1962 (Trono Jr, 1990).
Diantara spesies
rumput laut yang ada dan digemari untuk dibudidayakan karena kemampuannya
berdapatasi terhadap perubahan lingkungan ekologis yang cukup lebar, produktif
dan kandungan kadar gel yang tinggi. Di Indonesia, karena nila ekonomismya
cukup tinggi, budidaya rumput laut penghasil agar- agar ini mulai berkembang
khususnya di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Di Kabupaten tersebut Gracillaria verusoca dibudidayakan di
tambak sejak tahun 1986.
Jenis – jenis Gracillaria
yang terdapat di Indonesia
Menurut Irawatai
et al.(1996) terdapat 9 jenis makroalga yang dapat dimakan di perairan
Indonesia, yaitu : Gracilaria
confervoides, G. eucheumoides, G. lichenoides, G. gigas, G. taenoides, G.
crassa, G. verucosa, G. blodgetii, G. arcuata.
Habitat Gracillaria merupakan jenis rumput laut
yang bersifat euryhalien Hidup di perairan pantai berpasir, berair jernih dan
berkadar garam antara 15 – 25 promil.
Laju Pertumbuhan
Laju pertumbuhan
jenis rumput laut ini tergantung pada keadaan lingkungannya. Jenis agarofit ini
tumbuh cepat dalam perairan pada kedalaman satu meter dimana kecerahan airnya
mencapai sekitar 3 meter. Faktor – faktor lingkungan yang perlu diperhatikan
adalah salinitas, suhu, arus, kecerahan, dan kesuburan perairan, khususnya
kadar nitrat dan fosfat. Pengalaman dilapangan menunjukkan bahwa dalam kondisi
lingkungan yang baik, laju pertumbuhan rumput laut ini sangat cepat. Dalam
kurun waktu 5 – 6 minggu sejak penanaman dapat dipanen sekitar 1 ton rumput
laut kering dari areal tanam seluas satu hektar (Sulistijo, 1996).
Reproduksi
Gracillaria
berkembang biak secara generatif maupun vegetative. Cara generative dilaksanakan
melalui perkawinan antara gamet jantan dan gamet betina. Di alam terdapat
tumbuhan Gracillaria yang
menghasilkan spora da nada pula yang menghasilkan gamet. Bagi kepentingan
budidaya cara – cara kembang biak yang terpenting adalah cara vegetatif
(potongan thallus) dan generative dengan spora.
Credit :
DR. FUAD CHOLIK MSc.
Ir. ATENG G JAGATRAYA
R. P. POERNOMO
Ir. AHMAD JAUZI
No comments:
Post a Comment