Ikan
Nilem (Osteochilus hasselti)
Sistematika
Phllum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Cyprinidae
Genus : Osteochilus
Ciri Utama :
Bentuk tubuh agak memanjang dan
pipih
Panjang tubuh di ukur dari ujung
mulut ke pangkal ekor (panjang standart) 2,5 – 3,0 kali tinggi badannya.
Ujung mulutnya runcing dengan
moncong rostral melipat.
Memliki bintik hitam besar
berwarna kehitaman pada ekornya.
Informasi Umum :
Merupakan ikan endemik asli
Indonesia. Hidup di sungai – sungai dan rawa – rawa. Tidak begitu popular di
masyarakat, kecuali di daerah priangan. Di daerah tersebut pindang nilem
merupakan santapan yang terkenal. Selain itu, diperjual belikan telur ikan
nilem. Umumnya ikan nilem dipelihara di kolam di dataran tinggi. Pemelihara di
karamba dan sawah masih sangat terbatas.
Jenis – jenis Ikan Nilem di
Indonesia
Berdasarkan penampilan warna
tubuhnya, di Indonesia terdapat dua jenis nilem, yaitu nilem yang pada bagian
punggungnya berwarna cokelat gelap atau cokelat kehijauan dan nilem yang
berwarna merah pada bagian punggungnya. (Anonim, 2000).
Jenis Pakan dan Kebiasaan Makan
Jenis ikan ini pemakan detritus
dan jasad jasad penempel, periphyton dan epiphyton. Vaas et al.(1953)
menganggap ikan nilem sebagai omnivore. Pada stadia larva dan benih ikan ini
adalah pemakan plankton nabati dan hewani atau jenis – jenis alga bersel satu
seperti jenis jenis ganggang kersik (diatoms) dan ganggang yang termasuk kelas Cyanophyceae dan Desmidiaceae (Anonim, 2000). Ikan nilem juga menyukai akar – akar tanaman
air hydrilla, alga bersel tunggal dan udang renik.
Laju pertumbuhan ukuran ikan
nilem terpanjang mencapai 32 cm.
Lingkungan hidup, hidup baik di
lingkungan air tawar yang kisaran pH nya antara 6,0 – 7,0.
Reproduksi
Jenis ikan ini
memiliki potensi reproduksi yang cukup tinggi. Kematangan gonad pertama terjadi
pada umur satu tahun dan berat diatas 120 gram. 1 ekor nilem betina dapat
menghasilkan telur sebanyak 80.000 – 110.000 butir telur. Memijah sepanjang
tahun dan telur yang sudah dibuahi akan melayang- layang di dalam air, lalu
mengendap di atas dasar perairan.
No comments:
Post a Comment