Monday, June 8, 2020

Bahayakah Menyemprotkan Desinfektan langsung ke Tubuh Manusia???


Di dalam buku - buku mikrobiologi desinfektan didefinisikan sebagai zat yang dapat membunuh bakteri bukan virus, karena belum ada zat buatan manusia yg efektif jika digunakan untuk membunuh virus. Tetapi sekarang beberapa desinfektan diiklankan bisa juga untuk membunuh virus. Padahal zat tersebut selain sebagai desinfektan juga sebagai surfaktan yaitu zat yg dpt menurunkan tegangan permukaan sehingga mikroorganisme termasuk virus dan zat2 lain yg menempel di suatu permukaan benda akan lepas, jadi bukan untuk membunuh virus, melainkan melepaskan virus tersebut dari permukaan benda yg didesinfeksi. Supaya bisa sebagai desinfektan, maka zat aktif yang dapat membunuh bakteri tersebut dibuat dalam konsentrasi yang tinggi karena itu desinfektan hanya diberikan pada permukaan benda2 mati saja. Nah sekarang disemprotkan ke seluruh tubuh manusia padahal desinfektan itu bersifat toksik lhoo buat manusia apalagi dlm jumlah banyak ???

Saturday, June 6, 2020

SURVIVAL RATE (SR)

SURVIVAL RATE (SR)

Tingkat kelangsungan hidup dibandingkan pada saat tebar (%)

Rumus :

jumlah ikan yang hidup X 100% 

 jumlah tebar

                 


Contoh :

Jumlah tebar ikan : 200.000 ekor

Jumlah ikan yang hidup : 150.000 ekor

SR = 150.000/200.000 x 100%

                  = 75 %

DEFENISI AKUAKULTUR

DEFENISI AKUAKULTUR

Akuakultur didefenisikan secara umum berupa intervensi dalam proses pemeliharaan untuk meningkatkan produksi, seperti penebaran, pemberian pakan, pemberantasan hama, dan penyakit ikan. Defenisi lain yang sudah mencakup nilai komersial akuakultur adalah budidaya tumbuhan dan hewan yang dilakukan di lingkungan perairan tawar, payau dan laut dengan tujuan komersial.
Dan defenisi akuakultur sebenarnya adalah : suatu kegiatan memelihara jasad hidup yang menyandang hak kepemilikan atasnya secara eksklusif, dilaksanakan dalam lahan perairan alami maupun buatan milik sendiri atau secara hukum mempunyai ha katas penggunaanya, dengan menerapkan kaidah ilmu pengetahuan dan teknologi serta bertujuan untuk memperoleh keuntungan ekonomi.


Klasifikasi Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)

Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)

Sistematika
Phllum             : Chordata
Kelas               : Pisces
Ordo                : Cyprinidae
Genus              : Osteochilus



Ciri Utama :

Bentuk tubuh agak memanjang dan pipih
Panjang tubuh di ukur dari ujung mulut ke pangkal ekor (panjang standart) 2,5 – 3,0 kali tinggi badannya.
Ujung mulutnya runcing dengan moncong rostral melipat.
Memliki bintik hitam besar berwarna kehitaman pada ekornya.

Informasi Umum :
Merupakan ikan endemik asli Indonesia. Hidup di sungai – sungai dan rawa – rawa. Tidak begitu popular di masyarakat, kecuali di daerah priangan. Di daerah tersebut pindang nilem merupakan santapan yang terkenal. Selain itu, diperjual belikan telur ikan nilem. Umumnya ikan nilem dipelihara di kolam di dataran tinggi. Pemelihara di karamba dan sawah masih sangat terbatas.

Jenis – jenis Ikan Nilem di Indonesia
Berdasarkan penampilan warna tubuhnya, di Indonesia terdapat dua jenis nilem, yaitu nilem yang pada bagian punggungnya berwarna cokelat gelap atau cokelat kehijauan dan nilem yang berwarna merah pada bagian punggungnya. (Anonim, 2000).

Jenis Pakan dan Kebiasaan Makan
Jenis ikan ini pemakan detritus dan jasad jasad penempel, periphyton dan epiphyton. Vaas et al.(1953) menganggap ikan nilem sebagai omnivore. Pada stadia larva dan benih ikan ini adalah pemakan plankton nabati dan hewani atau jenis – jenis alga bersel satu seperti jenis jenis ganggang kersik (diatoms) dan ganggang yang termasuk kelas Cyanophyceae dan Desmidiaceae (Anonim, 2000). Ikan nilem juga menyukai akar – akar tanaman air hydrilla, alga bersel tunggal dan udang renik.
Laju pertumbuhan ukuran ikan nilem terpanjang mencapai 32 cm.
Lingkungan hidup, hidup baik di lingkungan air tawar yang kisaran pH nya antara 6,0 – 7,0.

Reproduksi
Jenis ikan ini memiliki potensi reproduksi yang cukup tinggi. Kematangan gonad pertama terjadi pada umur satu tahun dan berat diatas 120 gram. 1 ekor nilem betina dapat menghasilkan telur sebanyak 80.000 – 110.000 butir telur. Memijah sepanjang tahun dan telur yang sudah dibuahi akan melayang- layang di dalam air, lalu mengendap di atas dasar perairan.

Friday, June 5, 2020

PENYEBAB KEMATIAN IKAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT

PENYEBAB KEMATIAN IKAN

Infeksi karena mikroorganisme (virus, bakteri, jamur atau parasit)

Non infeksi ( kualitas air yang buruk seperti oksigen terlarut yang rendah, tingginya bahan organik, suhu terlalu tinggi atau rendah, terkontaminasi bahan beracun dan kekurangan gizi pada makanan)

FAKTOR PENYEBAB TIMBULNYA PENYAKIT :

Penyakit terjadi bila :

  • Kekebalan inang menurun
  • Kondisi lingkungan memburuk
  • Adanya serangan patogen

PENCEGAHAN PENYAKIT :

  • Pemeliharaan yang baik dengan menyesuaikan padat tebar dan pemberian pakan yang tepat.
  • Pengamatan tingkah laku ikan dengan cara mengamati nafsu makan ikan, cara berenang ikan, dan mengamati mortalitas ikan.
  • Diagnosa dengan cara mengetahui tanda – tanda klinis pada ikan sakit, memeriksa parasit dan jamur dengan mikroskop, memeriksa dengan media agar untuk bakteri, memeriksa dengan PCR jika terkena virus, dan isolasi ikan yang sakit.
  • Pengobatan dengan cara memilih bahan kimia dan obat – obatan yang tepat, metode yang digunakan dengan cara perendaman, oral, konsentrasi, lama waktu.

Cara Dapat Uang dari ‘Live’ di Facebook

Cara Dapat Uang dari ‘Live’ di Facebook Facebook baru-baru ini merilis kemampuan ‘Live’ atau siaran langsung Facebook. Fitur tersebut d...